saat aku menjaga setiaku,
kau bermain2 diantaranya..
saat aku bertahan pada kesabaranku,
kau bakar sesukamu . . . .
saat aku menunggu, kau
selalu tidak pd kepastian..........
sekarang
aku lelah, tak berharap..
terlajur sakit juga terluka
wajar, bila aku.. siap menerima
siapapun
untuk mengobatinya.
aku pun taksemudah itu
menerima kehangatan sikapmu
yg terlanjur dingin kurasa.
aku tak bisa membodohi rasaku,
walau aku aku tak ingin kau menangis.

No comments:
Post a Comment